HAKIKAT GEOGRAFI
Oleh ; Darmawangsa,S.Si
A. Konsep Geografi
Sepanjang
sejarah, geografi ditandai dengan perkembangan metodologi tentang
lingkup dan isi geografi. Perbedaan perkembangan lingkungan geografi
dan perbedaan perkembangan ekonomi, teknologi serta konsep berpikir di
berbagai lingkungan dipermukaan bumi menyebabkan tidak mudah untuk
memastikan konsep geografi mutakhir yang dapat dipakai untuk memecahkan
masalah pembangunan. Kita harus menelaahnya sesuai dengan tingkat
perkembangan budaya lingkungan, kondisi fisikal lingkungan dan tingkat
perkembagan ekonomi serta teknologi lingkungan. Meskipun demikian
beberapa ciri geografi mutakhir dapat diketahui. Sebagai suatu disiplin
imiah geografi dan ahli geografi tidak boleh memisahkan diri dari
disiplin lainnya.
Pada zaman Homerus dan Hesodius, sebagian orang
menganggap bahwa pengetahuan tentang bumi masih sangat dipengaruhi oleh
mitologi. Lambat laun pengaruh mitologi itu semakin berkurang dengan
berkembangnnya pengaruh ilmu alam sejak abad ke-6 sebelum masehi,
sehingga corak pengetahuan tentang bumi dalam abad itu mulai mempunyai
dasar ilmu alam dan ilmu pasti. Sejak itu penyelidikan tentang bumi
dilakukan dengan memakai logika.
Pandangan Thales (640-548 sebelum
masehi) menganggap bahwa bumi ini berbentuk keping selinder yang
tergabung diatas air dengan separuh bola hampa diatasnya. Pendapat ini
telah hilang seabad kemudian setelah Parmenides mengemukakan pendapatnya
bahwa bumi mempunyai bentuk bulat. Kemudian Heraclides (±320 sebelum
masehi) berpendapat bahwa bumi berputar pada sumbunya dari barat ke
timur. Selain daripada itu diketahui juga adanya zone iklim meskipun
pada waktu itu belum diketahui bahwa keadaan tersebut merupakan akibat
dari letak sumbu bumi yang miring..
Istilah geografi mulai
diperkenalkan oleh Eratothenes (276 – 198 SM) didalam tulisannya yang
berjudul Geographica yang dalam bahasa yunani berarti penggambaran bumi,
yang meliputi tanah, iklim, laut, flora, maupun manusianya. Pengetahuan
tentang ilmu bumi teruas berkembang, para ahli yang pada umumnya
merupakan para penjelajah benua dan samudera, menuangkan hasil dari
pengalaman perjalanan mereka kedalam bentuk tulisan dan gambar, baik
yang mkenyangkut aspek alamiah maupun kehidupan manusianya. Salah satu
ahli yang yang mengeluarkan laporan perjalanan bumi dan negara-negara
adalah Herodotus (485 – 425 SM) dan Strabo (63 SM – 24 M), laporan
tersebut dikenal dengan istilah logografi. Laporan tersebut kemudian
dilengkapi dengan gambar tentang bumi yang dikeluarkan ada awal abad
ke-2 SM oleh Cloudius Ptolomeus. Kemudian Cloudius Ptolomeus. Menulis
buku berjudul Geographike Unphegesis. Bukunya yang beredadar pada
pertegahan abad ke-2 menerangkan bahwa Geografi adalah suatu penyajian
dengan peta dari sebagian permukaan bumi yang menunjukkan kenampakkan
umum yang terdapat padanya. Peta yang dihasilkan oleh Ptolomeus dikenal
sebagai Peta Ptolomeus. Selanjutnya diterangkan bahwa geografi berbeda
dengan Chorografi,oleh chorografi membicarakan wilayah atau region
tertentu dan menyajikan secara mendalam. Chorografi lebih mengutamakan
pada kenampakkan asli suatu wilayah dan bukan ukurannya. Sedangkan
geografi lebih mengutamakan hal-hal yang kuantitatif dan bukan
kualitatif. Pendapat Ptolomeus merupakan sumber bagi definisi geografi
zaman moderen.
Berbeda dengan pendapat Ptolomeus, Strabo dalam
bukunya yang berjudul Geographica sebanyak 17 jilid yang diterbitkan
seabad sebelum masehi telah mebuat sintese antara geografi, chorografi
dan topografi. Menurut Strabo dalam studi geografi kita tidak hanya
mempelajari tentang bentuk dan dimensi suatu daerah, tetapi juga tentang
lokasinya. Selain dari pada itu dalam bukunya sudah nampak adanya
korelasi antara lingkungan alam dengan manusia.
Banyak golongan agama
yang menaruh perhatian dalam bidang gografi pada permulaan abad
pertengahan bagi kepentingan penyebaran agama, perdagangan dan perang
yang dilakukan oleh penyebar agama. Orang yang merasakan perlu adanya
pengaturan kembali tentang geografi adalah Berhardus Veranius (1622-1650
sesudah masehi). Hasil karyanya yang disebut Geographia Generalis
dibagi menjadi tiga yaitu geografi absolut mengkaji berbagai fakta
matematka yang berkaitan dengan bumi dan keberadaannya, geografi relatif
mengkaji antara lain pengaruh matahari dan bintang terhadap kehidupan,
yang terakhir geografi komperatif mengkaji antara lain pembagian muka
bumi, pembuatan peta dan globe. Pada awal abad ke-18, perkembangan
geografi diwarnai oleh aliran fisik determinisme yang mempercayai alam
menentukan kehidupan manusia, aliran tersebut dipelopori oleh Friedrich
Ratzel seorang geograf Jerman, dengan antropogeografi-nya yang
meremehkan budaya manusia atau kemauan bebas manusia, karena yang
diagungkan adalah kekuasaaan alam. Sebagai reaksi terhadap aliran
determinisme alam ini adalah munculnya aliran possibilisme yang ditokohi
oleh Paul vidal de la Blache, yang berasal dari Perancis. Menurutnya ,
manusia tidak lagi dipandang sebagai faktor pasif yang ditentukan
alam, tetapi dapat mempengaruhi faktor alam secara aktif dalam kehidupan
ekonominya. Dari pendapatnya ini membuat Vidal diangkat sebagai Bapak
Geografi Sosial Modern.
Perkembangan selanjutnya geografi yang
memisahkan kajian antara geografi fisik dan geografi manusia sudah
banyak ditinggalkan karena gejala dipermukaan bumi tidak terlepas dari
kegiatan alam dan manusia secara bersama-sama serta saling
mempengaruhi. Dari kenyataan tersebut melahirkan pengertian dan batasan
geografi yang dihasilkan oleh para pakar geografi dari seminar dan
lokakarya IGI (Ikatan Geografi Indonesia) di kota Semarang pada tahun
1989 adalah sebagai berikut, geografi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka
bumi (gejala geosfer) serta interaksinya antara manusia dan
lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan. Pada pengertian
tersebut memperjelas ruang lingkup kajian geografi yang tidak terlepas
dari apa yang menjadi objek material geografi. Ruang lingkup geografi
mencakup fenomena permukaan bumi (geosfer) yang terdiri atas gejala alam
(fisik) dan gejala manusia (sosial). Gejala-gejala ini menganalisis
persebaran (spread), hubungan (interelation) dan interaksi (interaction)
dalam rung muka bumi. Maksudnya, di dalam mengkaji atau mempelajari
persamaan dan perbedaan gejala geosfer ataupun interaksi manusia dan
lingkungannya, yang diutamakan adalah persebaran gejala geosfer dalam
suatu wilayah atau ruang dan interaksi manusia dan lingkungannya.
Beberapa definisi geografi masa kini
No Definisi sumber
1.
Geografi berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti,
beraturan dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi. R.
Hartshorne. London Murray,1959
2. Tujuannya tidak lain adalah suatu
pengertian tentang sistem yang berinteraksi cepat yang mencakup semua
budaya manusia dan lingkungan alamiahnya dipermukaan bumi. E. A.
Ackerman, 1963
3. Geografi mencari penjelasan bagaimana tatalaku
subsistem lingkungan fisikal di permukaan bumi dan bagaimana manusia
menyebarkan dirinya sendiri di permukaan bumidalam kaitannyadengan
faktor fisikal lingkungan dan dengan manusia lain. Ad Hoc Committe on
Geography (Washington: Academy of Science, 1965)
4. Geografi
berkepentingan memberikan kepada manusia deskripsi yang teratur tentang
bumi, geografi sebagai sebuah studi mengenai organisasi keruangan yang
dinyatakan sebagai pola-pola dan proses-proses. EJ. Taaffe, ed, 1970
5.
Geografi adalah suatu ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan
lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi. M.
Yeates, 1968
6. Adalah relevan untuk dicatat bahwa akhir-akhir ini
perhatian geografi terutama terarah pada: a.sistem eokolgi, b.sistem
keruagan. Yang tersebut pertama berkaitan dengan manusia dan
lingkungannya sedang yang kedua berkaitan dengan hubungan antara wilayah
dalam hubungan timbal balik yang kompleks dari gerakan pertukaran.
Dalam kedua sistem tersebut gerakan dan kontak merupakan masalah dasar
yang utama. P. Haggety, London.1965.
Geografi sebagai ilmu yang
mandiri memiliki prinsip-prinsip tertentu yang menjadi dasar pada setiap
pengkajiannya. Pada waktu melakukan pendekatan terhadap objek yang
dipelajari, dasar atau prinsip ini harus selalu menjiwai.
Prinsip-prinsip geografi antara lain :
1. Prinsip penyebaran. Prinsip
ini merupakan prinsip dasar ilmu geografi yang tidak boleh
ditinggalkan. Setiap gejala dan fakta geografi, baik yang berkenan
dengan gejala alam maupun manusianya yang tersebar di permukaan bumi.
2.
Prinsip interelasi. Prinsip ini merupakan prinsip yang menuntun untuk
melihat pola hubungan antara satu faktor dan faktor lainnya
3.
Prinsip deskripsi. Prinsip ini merupakan prinsip yang menggambarkan
lebih jauh terhadap persebaran dan hubungan interelasi antara fakta dan
gejala dipermukaan bumi
4. Prinsip keruangan (korologi) . Prinsip ini
merupakan prinsip yang meninjau gejala, fakta dan masalah geografi dari
penyebaran, interelasi dan interaksinya dalam ruang.
Selain prinsip,
geografi juga memiliki konsep yang perlu dipahami dalam mengkaji
geosfer yang dikenl sebagai konsep esensial geografi, kesepuluh konsep
terebut yaitu
1. Konsep lokasi
Merupakan konsep utama sejak awal
pertumbuhan geografi. Lokasi dibedakan antara pengertian lokasi absolut
dan lokasi relatif. Contoh lokasi absolut adalah letak astronomis,
sedangkan lokasi relatif adalah berdasarkan kondisi setempat misalnya,
rumah dekat dengan jalan yang bisa sewaktu-waktu berubah.
2. Konsep jarak
Merupakan
faktor pembatas yang bersifat alami namun sejalan dengan kemajuan
teknologi dan kehidupan, jarak dapat bersifat relatif. Contoh waktu yang
dibutuhkan berbeda untuk jarak tempuh pesawat dengan jarak tempuh pada
mobil.
3. Konsep keterjangkauan
Berkaitan dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan atau komunikasi yang dapat dipakai.
4. Konsep pola
Berkaitan
dengan susunan bentuk atau persebaran fenomena dalam ruang muka bumi,
fenomena yang bersifat alami. Contoh sungai, jenis tanah, curah hujan
dan lain-lain ataupun fenomena sosial budaya contohnya pemukiman
persebaran penduduk, mata pencaharian, dan lain-lain.
5. Konsep morfologi
Menggambarkan
perwujudan daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan
wilayah (sejarah geologi) yang lazimnya disertai erosi dan sedimentasi.
6. Konsep aglomerasi
Merupakan
kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah
yang relatif sempit yang paling menguntungkan, baik mengingat
kesejenisannya maupun adanya faktor-faktor umum yang menguntungkan
contohnya masayarakat kota tinggal mengelompok pada tingkat yang sejenis
sehingga timbul daerah pemukiman elit.
7. Konsep nilai keguanaan
Di
muka bumi nilai kegunaan bersifat relatif tidak sama bagi setiap orang
atau golongan contoh orang di daerah pantai lebih suka rekreasi
dipegunugan karena dianggap pegunungan memiliki nilai yang tinggi
daripada daerah pantai.
8. Konsep interaksi dan interdependensi
Merupakan
peristiwa yang saling mempengaruhi objek atau tempat yang dengan yang
lain. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber dan kebutuhan yang
tidak selalu sama dengan apa yang ada ditempat lain. Oleh karena itu,
senantiasa terjadi interaksi atau bahkan interpedensi antara tempat yang
satu dengan yang lain.
9. Konsep deferensiasi area (struktur keruangan)
Integrasi
fenomena menjadikan suatu tempat atau wilayah mempunyai corak khas yang
tersendiri sebagai region yang berbeda dari tempat atau wilayah yang
lain.
10. Konsep keterkaitan keruangan
Keterkaitan ruangan
atau asosiasi keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu
fenomena dengan fenomena yang lain disuatu tempat atau ruangan, baik
yang menyangkut dengan fenomena alam, tumbuh-tumbuhan, atau kehidupan
sosial.
B. Ruang Lingkup Dan Objek Geografi
Setiap ilmu memiliki
obyek studi, demikian pula dengan ilmu geografi. Geografi memiliki dua
jenis objek kajian, yaitu objek material dan formal.
1. Obyek Material
Obyek
material adalah semua materi yang menjadi sasaran atau kajian studi
ilmu geografi, yaitu semua kenampakan/fenomena yang terdapat di muka
bumi (fenomena geosfer), baik yang bersifat alami maupun sosial budaya.
Setiap ilmu memiliki obyek material yang sama
2. Obyek Formal
Obyek
formal merupakan cara pandang, analisa maupun cara berfikir terhadap
segi materialnya, dimana sudut pandangnya adalah selalu mengacu pada
keruangan/spasial dan kewilayahan. Atas dasar obyek formal ini, ilmu
geografi dapat dibedakan dengan ilmu ilmu yang lain, karena memiliki
sudut pandang yang berbeda terhadap segi materialnya. Contoh ilmu
ekonomi memiliki cara pandang yang selalu mengacu kepada keuntungan,
lain pula dengan sejarah yang selalu menitik beratkan pada waktu
C. Pendekatan Geografi
Kajian
ilmu geografi terhadap objek materialnya mempunyai pendekatan
tersendiri, yaitu dikaji melalui konteks keruangan, kelingkungan dan
kewilayahan.
1. Pendekatan keruangan
Pendekatan ini digunakan
untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan
tata cara penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan
yang dirancang. Dalam pendekatan ini, seorang ahli geografi akan
mengkaji secara teliti keberadaan suatu ruang karena fenomena geosfer
dari suatu tempat ke tempat lain berbeda.
2. Pendekatan kelingkungan
Pendekaatan
ini disebut juga pendekatan ekologis. Pendekatan ini digunakan untuk
mengetahui hubungan dan keterkaitaan antara unsur-unsur yang berada pada
lingkungan tertentu, baik antara makhluk hidup atau antra makhluk hidup
atu antara makhluk hidup dan lingkungannya.
3. Pendekatan kewilayahan
Pendekatan
ini meruakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan.
Pendekatan ini menkaji suatu wilayah yang memiliki karakteristik khas
yang dapat dibedakan dengan wilayah lainnya. Dari adanya perbedaan
tersebut akan terjadi interaksi antara wilayah yang satu dengan wilaayah
yang lainnya untuk saling memenuhi kebutuhannnya.
Dengan ketiga
pendekaatan, geografi daapat menjaawab pertanyaan yang sering
dilontarkan dalam rangka menghadapi suaatu gejala, masalah dan peristiwa
yang sering terjadi. Pertanyaan tersebut meliputi :
a. What (apa), yaitu pertanyaan untuk mengetahui apa yang terjadi.
b. Where (dimana), yaitu pertanyaan untunk mengetahui dimana lokasi gejala atau peristiwa itu terjadi.
c.
Why (mengapa), yaitu pertanyaan untuk mengetahui peristiwa tersebut
dapat terjadi, berhubungan dengan latar belakaang, interaksi dan
interpendensi suati gejala atau peristiwa.
d. When (kapan), yaitu
pertanyaan mengenai waktu kejadian yang berlangsung yang meliputi waktu
lampau, sekarang dan masa yang akan datang.
e. Who (siapa), yaitu pertanyaan untuk mengetahui siapa pelaku atau subyek dari suatu peristiwa yang terjadi.
f.
How (bagaimana), Yaitu pertanyaan yang berhubungan dengan suatu
penjelasan dan peristiwa yang terjadi sudah tampak gejalanya serta
akibat yang ditimbulkannya. Penjelasan tersebut dapat berupa saran,
rumusan, dan penyelesaian atau kebijakan.
D. Prinsip-Prinsip Geografi
Gejala
geosfer / gejala geografi di muka bumi yang meliputi gejala alam dan
kehidupan , apabila kita amati dan analisa dalam kehidupan sehari hari,
maka para ahli geografi sepakat untuk selalu berpedoman pada empat
prinsip berikut ini
1. Prinsip persebaran:
Gejala atau fakta geografi tersebar tak merata di muka bumi baik alam maupun kehidupan. Contohnya :
•
Persebaran jenis-jenis tanaman yang berbeda di muka bumi seperti
tanaman cengkeh hidup di dataran tinggi, sedang tanaman kelapa hidup di
pantai/ dataran rendah.
• Persebaran suhu di muka bumi yang
berbeda-beda , seperti kutub memiliki suhu yang sangat dingin sedangkan
daerah gurun memiliki suhu yang sangat panas.
2. Prinsip interelasi
Suatu hubungan saling terkait di dalam ruang, antara gejala yang
satu dengan gejala yang lain. Contohnya : Penduduk yang hidup di daerah
pantai umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan sedangkan penduduk
yang berada di daerah pegunungan bermata pencaharian sebagai petani
perkebunan. Hal ini karena berkaitan dengan kondisi alam tempat tinggal
mereka masing-masing.
3. Prinsip deskripsi
Memberikan uraian
atau gambaran lebih jauh mengenai gejala- gejala yang diselidiki atau
diamati/ dipelajari. Penjelasan yang disajikan dengan kata-kata, dan
bisa dilengkapi dengan diagram, grafik, tabel , peta dan gambar.
4. Prinsip korologi
Gejala, fakta, peristiwa ataupun masalah geografi di suatu tempat
yang ditinjau sebarannya, interelasinya, interaksinya, dan integrasinya
dalam ruang tertentu, sebab ruang itu akan memberi ciri kepada kesatuan
gejala tersebut. Contohnya : Daerah Pare-pare (Sul-Sel ) merupakan
daerah perdagangan yang maju, sehingga sebagian besar penduduknya
bermata pencarian sebagai pedagang, hal disebabkan selain merupakan
wilayah perkotaan (kotamadya Pare-pare) juga memiliki letak yang
menguntungkan yaitu daerah pantai sebagai transit bagi kapal kapal dari
daerah lain di Indonesia maupun dari luar Indonesia, seperti Malaysia
(Tawawu), yang biasa membawa barang untuk perdagangan baik di jual
di kota Pare- pare sendiri maupun membawa barang dari Pare-pare untuk di
jual di wilayah lain
E. Aspek Geografi
Untuk dapat
melakukan kegitan studi geografi secara konperhensif. Geografi didukung
oleh sejumlah ilmu lainnya yang secara garis besar juga dibagi menjadi
dua bagian besar yang didasarkan oleh dua aspek geografi yaitu aspek
fisik dan aspek sosial.
1. Geografi fisik
Geografi fisik adalah
cabang geografi yang mempelajari gejala fisik dimuka bumi. Pengkajian
geografi fisik ditunjang dengan ilmu-ilmu dibawah ini
a. Geologi, adalah ilmu yang mempelajari ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, sejarah, dan proses perkembangan bumi.
b.
Geomorfologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka
bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.
c. Hidrolog,i adalah ilmu yang mempelajari tentang perairan darat perairan darat.
d. Oseanografi, adalah ilmu yang mempelajari tentanh sifat fisik dan kimia air laut.
e. Klimatologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim.
f. Meteorolohi, adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca
g. Biogeografi, adalah ilmu yang mempelajari tentang mempelajari penyebaran makhluk hidup dipermukaan bumi secara geografis
2. Geografi sosial
Geografi
sosial adalah cabang geografi yang studinya meliputi aspek kependudukan
dan aktivitas manusia yang terdiri dari aktivitas ekonomi, politik,
sosial dan budaya. Cabang-cabang geografi sosial antara lain sebagai
berikut :
a. Geografi manusia, adalah cabang geograi yang mengkaji sosial, ekonomi dan budaya penduduk
b. Antropogeogarfi, adalah cabang ilmu geografi yang mengkaji penyebarang bangsa-bangsa dimuka bumi.
c. Geografi politik, adalah cabang geografi yang mengkaji kondisi-konisi geografi yang ditinjau secara khusus.
d. Geografi regional, adalah cabang geografi yang mengkaji suatu wilayah secara khusus.
Dalam
geografi aspek fisik dan aspek sosial saling berhubungan dengan
disiplin ilmu yang lain. Hubungan tersebut bersifat timbal balik secara
intensif. Untuk dapat mengetahui hubungan timbal balik antara kedua
aspek tersebut dapat dilihat pada diaagram dibawah ini
F. Sarana Bantu Geografi
a. Tabel
Sarana bantu geografi karena memuat data.
b. Diagram
Termasuk
sarana bantu geografi yang digunakan untuk menjelaskan fenomena geosfer
dengan melukiskan bagian-bagiannya dan cara kerjanya secara berurutan.
c. Grafik
Sarana bantu geografi yang menunjukkan naik dan turunnya gejala atau fenomena tertentu antar waktu dengan menggunakan garis
d. Peta
Termasuk sarana bantu geografi karena memuat bermacam-macam data dari permukaan bumi yang dapat diinformasikan.
G. Manfaat Geografi
a. Subangan Pendidikan
1. Memberikan wawasan dalam ruang, seperti: arah, luas, bentuk dan jarak
2. Geografi dapat melatih kegiatan pengamatan dan pemahaman hubungan antar gejala yang terdapat dalam suatu bentang alam
3.
Menumbuhkan rasa akan kecintaan terhadap keindahan alam, sehingga
memunculkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan juga rasa syukur
kepada Tuhan akan penciptaannya
4. Memberikan wawasan yang lebih luas tentang wilayah-wilayah lain, selain tempat tinggal kita.
b. Pembentukan Kepribadian
1. Agar lebih menghargai adanya fakta, gejala geografi sehingga lebih memperhatikan berbagai masalah baik lokal ataupun global
2. Mengerti masalah sosial yang sangat kompleks sebagai akibat adanya perbedaan dalam lingkungan
3. Mengetahui ketersediaan sumber daya alam yang perlu dimanfaatkan
4. Dapat membentuk pribadi melalui refleksi atas lingkungannya dan lingkungan orang lain.
c. Dalam bidang kehidupan
1. Bidang pertanian , pertanian menggunakan ilmu geografi, seperti perhitungan musim, jenis tanah, sistem pengairan, dll.
2.
Bidang industri, contoh : mempertimbangkan lokasi industri yang
memperhitungkan faktor jarak untuk memperoleh bahan baku maupun
pemasaran, itu semua menggunakan ilmu geografi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar