PANDUAN MERENUNGI DIRI;
“Karena Hidup Hanya Sementara”Oleh; Darmawangsa
Tulisan
ini mencoba untuk kembali membangunkan kita semua dari “tidur” panjang
yang kita lakukan…Mencoba menyadarkan kita akan hakikat kita di ciptakan
sebenarnya…
Karena kita semua bersaudara, dan sebagai saudara yang baik hendaknya saling menasehati satu dengan yang lainnya…
Saudaraku….
Dan ketahuilah bahwa dunia ini hanya kehidupan sementara lagi menipu…..
Sungguh
kita semua akan MATI dan meninggalkan harta yang telah kita kumpulkan
selama ini, kelurga yang senantiasa menemani kita dalam suka dan duka
pun akan kita tinggalkan, kerabat karib pun juga akan kita tinggalkan…….
Lalu saudaraku…
Kenapa kita masih menyibukkan diri kita dengan perkara-perkara dunia,
yang telah kita ketahui tak akan membawa banyak manfaat bagi kita. Yang
justru akan menjadi beban pertanggungan jawaban kita di hari kemudian
nanti.
Karena sungguh, “Ketika manusia meninggal dunia, yang akan
menemani mereka hanyalah amal jariah mereka, ilmu mereka yang bermanfaat
bagi ummat serta doa anak mereka yang shaleh”
Saudaraku …
Mari kita mencoba menghisab diri kita, sebelum Allah SWT menghisab kita….
Coba kita jawab pertanyaan dibawah ini, dengan jujur…
Ibadah khusus apa yang telah kita lakukan mulai dari bangun tidur pagi tadi hingga sekarang…???
Berapa sudah shalat sunnat yang telah kita laksanakan…???
Berapa lembar sudah, kita membaca dan mentadabburi Al-Qur`an sejak bangun tidur pagi tadi, hingga sekarang…???
Coba kita perhatikan anjuran dokter tentang pemanfaatan waktu bagi kita….
◦ 1/3 dari 24 jam, kita gunakan untuk istirahat
◦ 1/3 dari 24 jam, kita gunakan untuk bekerja
◦ 1/3 dari 24 jam, kita gunakan untuk makan, minum dan kegiatan lainnya
Artinya, kalau Allah SWT memberikan kesempatan kita hidup selama 60 thn, maka :
◦ 20 thn sudah usia kita dihabiskan untuk tidur
◦ 20 thn yang lainnya kita habiskan untuk bekerja
◦ Dan 20 tahun sisanya kita habiskan untuk makan, minum dan kegiatan lainnya
Lalu saudaraku…
Berapa waktu yang telah kita habiskan untuk beribadah kepada-Nya, demi meraih pahala yang banyak-banyaknya disisi-Nya…???
Saudaraku….
Seringkali kita tidak objektif ketika menimbang dan menghitung amal
yang telah berlalu. Yang tampak dibenak dan terekam di memori adalah
banyaknya shalat yang telah kita lakukan, sekian shaum yang telah kita
tunaikan, bilangan sedekah yang telah di dermakan, dan berapa kali kita
telah khatamkan Al-Qur`an.
Tapi saudaraku….
• Disisi lain,
kita sering mengabaikan hitungan dosa yang telah kita kerjakan atau
jumlah kewajiban yang tak tertunaikan dengan baik….
Saudaraku….
Mari kita baca dan renungi firman Allah SWT, berikut ini:
“dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-Mu yang luasnya seluas
langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang bertakwa” (Q.S.
Ali-Imran:133).
“dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan
menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia
mendapati Allah maha pengampun lagi maha penyanyang (QS. Al Baqarah
:110)
Saudaraku…
Selagi nafas masih dikerongkongan, selagi kaki masih mampu berdiri dan berjalan…. Sebelum MAUT menjemput kita…
Selagi masih ada waktu, mari segera kita bulatkan tekad dengan ikhlas
kepada_Nya. Memulai hidup baru, dengan banyka beribadah kepada-Nya.
Igatlah pesan Rasulullah SAW kepada kita,
“tidak
akan bergeser kaki anak cucu adam dihari kemudian nanti sebelum ditanya
tentang 4 perkara, yang pertama tentang usianya kemana mereka
habiskan.?, tentang masa muda mereka kemana mereka habiskan.?, tentang
ilmu mereka kemana mereka manfaatkan.?, dan tentang harta mereeka
darimana didapatkan dan kemana mereka belanjakan.?
Semoga tulisan
singkat ini mampu sedikit melembutkan hati-hati kita untuk kitas segera
bertaubat atas semua dosa yang telah kita lakukan, dan segera
memperbanyak ibadah kepadanya, sebelum sakaratul maut datang mennyapa
kita…!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar